Home Pesawaran Mantan Plt. Kadis Perkim Pesawaran Evans Saggita Lempar Bola Panas ke Bidang PSU

Mantan Plt. Kadis Perkim Pesawaran Evans Saggita Lempar Bola Panas ke Bidang PSU

279
0
SHARE
Mantan Plt. Kadis Perkim Pesawaran Evans Saggita  Lempar Bola Panas ke Bidang PSU

Pesawaran, REKANMEDIA210, - Pembangunan talud sepanjang 196 meter di desa Kutoarjo yang dikatakan oleh masyarakat dan juga pihak desa sebagai proyek Jailangkung tersebut ternyata milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kabupaten Pesawaran.

Untuk mendapatkan keterangan yang jelas tterkait proyek pembangunan talud, Awak media mencoba menghubungi Evans Saggita yang saat itu menjabat sebagai Plt. Kadis Perkim, akan tetapi telepon dari awak media tidak direspon walaupun telepon tersebut berdering, berselang 3 jam Evans membalas melalui pesan Whatsapp, dengan mengatakan kalau dirinya masih melayat di lampung tengah dan akan menanyakan terkait pembangunan talud yang ada didesa Kutoarjo kepada bagian PSU. Rabu (23/12/2025)

Akan tetapi Hingga berita ini diturunkan tidak ada kabar apapun dari mantan plt.Kadis Perkim Evans Saggita.

Diberitakan sebelumnya, Pekerjaan pembangunan Talud sepanjang 196 meter di desa Kutoarjo kecamatan Gedong Tataan kabupaten Pesawaran diduga kuat Syarat korupsi, proyek tersebut bagaikan Jailangkung yang timbul secara tiba-tiba karena pemerintah desa tidak tahu menahu adanya proyek tersebut.

Informasi terkait adanya proyek Jailangkung tersebut di dapatkan tim Investigasi Rekanmedia210 dari warga setempat,  adanya informasi dari warga desa membuat penasaran tim, tanpa harus menunggu lama tim langsung mendatangi lokasi pembuatan talud di desa Kutoarjo tepatnya dijalan Hanoman, tim bertemu dengan Pak Kholil salah satu pekerja yang berasal dari Bandar Lampung, saat di tanya mengenai jumlah pekerja, asal pekerja, panjang talud, nama pemborongnya, jumlah anggaran hingga tidak adanya papa nama proyek, Pak Kholil mengatakan, " Semua pekerja ada enam orang bg, semuanya berasal dari luar desa karena kata pak Idrus warga desa Kutoarjo tidak ada yang mau, ada yang tinggal dibernung dan saya sendiri dari Bandar Lampung, kami hanya diminta untuk membuat talud sepanjang 196 meter bg, upah juga saya gak tau betapa bg, yang saya tau selesai pekerjaan saya digaji sama Pak Idrus, kalau ditanya dari mana asal pekerjaan tersebut yang saya tau dari Pemda dan untuk dinas apanya saya gak tau , apalagi jumlah anggarannya bg" Ujar Kholil. Selasa (23/12/2025)

Keterangan dari salah satu pekerja tersebut semakin membuat tim penasaran dari dinas mana pekerjaan tersebut berasal, tim mencoba menghubungi perangkat desa mulai dari sekdes hingga kepala desa , merekapun mengatakan kalau pihak desa tidak tahu menahu terkait pekerjaan tersebut, bahkan kepala desa Kutoarjo mengatakan tahu kalau didesa nya ada pembangunan talud dari pak RT.

" Jujur bg saya gak tau menahu tentang pekerjaan tersebut dan saya hanya diberi tahu sama pak rt kalau ada pembangunan talud didesa Kutoarjo, yang saya dengar milik Idrus bg, dan sempat saya tegur juga karena talud kok kayak ular bentuknya, gtu bg". Tegas kades

Dari dinas apapun itu baik dari Kabupaten maupun Provinsi diharapkan untuk segera menindak tegas oknum pemborong tersebut agar terkait pekerjaan yang mereka lakukan jangan semata-mata mecari  keuntungan saja dengan mengabaikan aturan yang berlaku karena setiap aturan yang dilanggar harus ada sanksi hukumnya,  setiap kegiatan  baik pembangunan ataupun pengadaan yang menggunakan anggaran APBD maupun APBN harus berfokus pada kwalitas dan kuantitas bukan asal-asalan dan semua gue. (Rudy Andriansyah.S.Sos)