Pesawaran, REKANMEDIA210, - Lalu lintas di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) sempat lumpuh total akibat terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan unit kendaraan. Peristiwa nahas ini terjadi tepat di area jembatan Dusun Sri Menanti, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung sekira pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sumber di lapangan, kecelakaan bermula ketika sebuah truk jenis Fuso yang melaju dari arah Gedong Tataan menuju Bandar Lampung diduga mengalami kendala teknis serius, yaitu rem blong. Karena kehilangan daya pengereman dan tidak mampu mengendalikan laju kendaraan yang berat, truk tersebut menabrak kendaraan lain yang berada tepat di depannya.
Dampak dari benturan keras tersebut memicu reaksi berantai, sehingga terjadi tabrakan yang melibatkan kendaraan-kendaraan lainnya di sekitarnya. Secara total, tercatat ada delapan mobil yang terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut, menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah kendaraan.
"Diduga kuat penyebabnya adalah mobil Fuso mengalami rem blong, lalu menabrak kendaraan lain di depannya. Total ada delapan mobil yang terlibat dalam kejadian ini. Beruntung sekali dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang berjatuhan, kerugian hanya terjadi pada kerusakan fisik kendaraan saja," ungkap Zul, warga setempat kepada Handalonline.com Selasa (28/4/2026).
Merespons situasi darurat tersebut, warga sekitar terlihat sangat sigap dan bergerak cepat. Sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi, masyarakat sudah turun tangan membantu mengatur arus lalu lintas secara bergantian agar kemacetan tidak semakin parah dan meminimalisir risiko kecelakaan susulan.
"Tidak lama berselang, personel dari Polres Pesawaran datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan, penanganan TKP, serta proses evakuasi kendaraan-kendaraan yang rusak dan berserakan di badan jalan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Pesawaran belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dan detail teknis kecelakaan tersebut. Namun, setelah dilakukan penanganan dan pembukaan jalur alternatif, arus lalu lintas perlahan mulai bisa dilewati kembali, meskipun kondisinya belum sepenuhnya normal dan masih terpantau cukup padat. ( Rudy Andriansyah,S.Sos )








LEAVE A REPLY