Home Pesawaran Pengadaan Sapi di Desa Margo Mulyo Diduga Fiktip, Susanto Jadikan Ketahanan Pangan Lumbung Korupsi

Pengadaan Sapi di Desa Margo Mulyo Diduga Fiktip, Susanto Jadikan Ketahanan Pangan Lumbung Korupsi

87
0
SHARE
Pengadaan Sapi di Desa Margo Mulyo Diduga Fiktip, Susanto Jadikan Ketahanan Pangan Lumbung Korupsi

Lampung Selatan, REKANMEDIA210, - Kepala desa Margo Mulyo kecamatan Jati Agung kabupaten Lampung Selatan diduga manipulasi laporan penggunaan Dana Desa tahun 2024 untuk kepentingan pribadi pada program Ketahanan Pangan.

Desa Margo Mulyo mendapatkan pagu anggaran Dana Desa sebesar Rp.874.297.000 pada tahun 2024, harusnya Dana Desa yang diterima dipergunakan untuk membangun desa serta mensejahterakan masyarakat desa.

Akan tetapi lain hal nya dengan desa Margo Mulyo kecamatan Jati Agung kabupaten Lampung Selatan dibawah kepemimpinan Kepala Desa Susanto, banyak terjadi penyelewengan anggaran Dana Desa terlebih lagi penggunaan Dana Desa pada tahun 2024.

Seperti yang disampaikan oleh perangkat desa dusun 6 kepada tim Investigasi Rekanmedia210, terkait pengadaan sapi tahun 2024 yang dibeli menggunakan Dana Desa, ia mengatakan " Kalau sapi dari Dana Desa sepengetahuan saya gak ada bang, ada juga sapi bantuan sebanyak 20 ekor akan tetapi itu dari anggota dewan bang" Tegasnya, Jum'at ( 17/4/2026)

Keterangan dari perangkat desa membuat tim semakin penasaran dan tim pun mencoba mencari tahu siapa yang memelihara sapi milik desa, tersebut.

Tim bertemu dengan warga Dusun 2 dan mencoba menanyakan apakah ada sapi yang dibeli menggunakan Dana Desa pada tahun 2024 dan warga tersebut mengatakan kalau sapi milik desa ada yang dipelihara oleh Sukardi.

Tim pun bertemu dengan pak Sukardi akan tetapi pak Sukardi mengatakan kalau sapi sebanyak 10 yang ia pelihara itu bukan milik desa melainkan bantuan dari anggota dewan untuk kelompok tani.

Atas keterangan dari perangkat desa serta keterangan dari warga setempat kuat dugaan adanya manipulasi laporan APBDes Fiktip oleh kepala desa dan operator demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Tim pun mencoba mencari tahu terkait pembangunan 2 Paving Block serta lapen pada tahun yang sama, pembangunan tersebut telah terealisasi akan tetapi kuat dugaan terjadi korupsi dengan mengurangi volume pekerjaan diantaranya tidak batu prasasti disetiap pembangunan tersebut dan kekuatan bangunan sudah mulai terlihat hancur, belum lagi Pengadaan 2 ekor kambing yang tidak tahu dimana.

Tim mencoba menghubungi kepala desa melalui pesan Whatshapp akan tetapi hingga berita ini diturunkan tidak direspon oleh kepala desa. (Rudy Andriansyah.S.Sos)