Home Lampung Selatan Modus Plat Palsu & Barcode Direkayasa, Pengawas Diduga Kerjasama dengan Pelangsir SPBU 24.353.123

Modus Plat Palsu & Barcode Direkayasa, Pengawas Diduga Kerjasama dengan Pelangsir SPBU 24.353.123

69
0
SHARE
Modus Plat Palsu & Barcode Direkayasa, Pengawas Diduga Kerjasama dengan Pelangsir SPBU 24.353.123

Lampung Selatan, REKANMEDIA210, — SPBU berkode 24.353.123 yang berlokasi di Desa Suka Damai, perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur, tepatnya kawasan Metro Kibang, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. SPBU tersebut diduga kuat menyalurkan solar subsidi tidak kepada konsumen yang berhak, melainkan dialihkan ke jaringan penjualan ilegal .

Informasi yang didapatkan tim Investigasi Rekanendia210, kendaraan jenis Panther dan Colt Diesel kerap terlihat berulang kali mengisi bahan bakar dalam jumlah besar di lokasi tersebut. Yang mencurigakan, sejumlah kendaraan tersebut diduga menggunakan plat nomor palsu yang disesuaikan dengan barcode palsu guna mengelabui sistem verifikasi MyPertamina.

"Plat nomor diganti-ganti, barcode disesuaikan. Sistem hanya mencocokkan kode yang muncul di layar, sehingga tidak terdeteksi jika tidak ada pengecekan fisik yang ketat," Ujar warga. Sabtu (19/9/2026)

Praktik ini selaras dengan modus yang telah terungkap di sejumlah wilayah, di mana pelaku menggunakan puluhan identitas kendaraan berbeda agar bisa mengisi solar berkali-kali dalam sehari tanpa dicurigai .

Tidak mungkin berjalan sendiri. Pengawas SPBU 24.353.123 diduga terlibat langsung dalam skema ini. Ia disebut telah menjalin kerjasama yang rapi dengan pelangsir maupun pemilik gudang penampungan solar ilegal. Kendaraan yang masuk sudah diketahui identitasnya, pengisian dipercepat, dan kuota dipastikan terpenuhi

Solar yang diambil kemudian dikumpulkan di gudang-gudang tersembunyi untuk dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi. Keuntungan dibagi bersama, sementara kerugian ditanggung negara dan masyarakat luas.

Warga sekitar meminta Dittipiter Polda Lampung, BPH Migas, serta Pertamina Patra Niaga segera turun ke lokasi. Pemeriksaan menyeluruh terhadap rekaman CCTV, daftar transaksi, serta kesesuaian plat nomor dan barcode mendesak dilakukan.

"Jangan sampai perbatasan ini dijadikan jalur aman untuk menguras cadangan energi rakyat. Yang terlibat, baik pelaksana maupun pelindung, harus diseret ke meja hijau," tegas warga.

Penulis : Rudy Andriansyah.S.Sos