Tulang Bawang,REKANMEDIA210, — Warga Desa Simpanh Empat, Kecamatan Kibang Menggala Tengah, Kabupaten Tulang Bawang, meluapkan kekesalan terhadap maraknya praktik penimbunan solar bersubsidi yang berlangsung secara terang-terangan di SPBU 24.341.70. SPBU ini justru dikenal luas oleh para pelaku sebagai "tempat terindah" atau surga bagi para pelangsir solar subsidi yang beroperasi di wilayah tersebut.
Aktivitas yang mencurigakan ini terlihat sangat mencolok. Para pelangsir dengan bebasnya sendiri memegang selang nozel pengisian BBM untuk mengisi kendaraan mereka, seolah-olah sudah memiliki hak istimewa atau kesepakatan khusus dengan pihak pengelola SPBU. Petugas yang seharusnya mengawasi justru membiarkan hal tersebut terjadi.
Salah satu jenis kendaraan yang menjadi sorotan tajam adalah mobil Panther. tidak semua kendaraan ini dipasangi tangki tambahan secara fisik, namun pola kedatangannya yang selalu menunggu dan mengantre secara berulang-ulang mengindikasikan bahwa solar yang diambil tidak digunakan untuk kebutuhan pribadi, melainkan ditimbun untuk kemudian dijual kembali secara ilegal.
"Jika dipantau melalui rekaman CCTV, akan terlihat jelas kendaraan-kendaraan tersebut selalu sedia menunggu di area SPBU. Datang, mengisi, lalu pergi, lalu kembali lagi. Itu dilakukan berulang kali setiap harinya," ungkap salah seorang warga yang resah.Rabu (7/10/2026)
Warga menilai hal ini sangat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan solar subsidi untuk keperluan sehari-hari. Stok yang seharusnya cukup justru habis diserap oleh para penimbun yang beroperasi tanpa rasa takut.
Tuntutan masyarakat agar pihak Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta Dittipiter Polda Lampung segera turun ke lokasi, memeriksa rekaman CCTV, mengidentifikasi kendaraan-kendaraan yang diduga, dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat — baik pelangsir maupun pihak di dalam SPBU yang diduga memfasilitasi praktik ilegal tersebut.
Penulis : Rudy Andriansyah.S, Sos





LEAVE A REPLY