Home Lampung Selatan Kapolda Lampung Diminta Tindak Tegas Gudang Berkedok Bengkel di Natar

Kapolda Lampung Diminta Tindak Tegas Gudang Berkedok Bengkel di Natar

129
0
SHARE
Kapolda Lampung Diminta Tindak Tegas Gudang Berkedok Bengkel di Natar

Diduga Tampung Belasan Ton Solar Dalam Tangki Biru Putih (PT.CAKRAWALA NUSANTARA ENERGY)

Lampung Selatan, REKANMEDIA210 — Masyarakat di kawasan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, meminta Kapolda Lampung serta instansi terkait untuk segera bertindak tegas terhadap sebuah gudang yang diduga beroperasi sebagai tempat penampungan sekaligus pengalihan (overtap) solar subsidi dengan kedok bengkel kendaraan.

Informasi yang didapatkan tim investigasi Rekanmedia210 gudang tersebut diduga menampung solar subsidi dalam jumlah besar, mencapai belasan ton dalam setiap kali aktivitas bongkar muat. Sebuah kendaraan tangki berwarna biru yang bertuliskan PT. Cakrawala Nusantara Energi kerap terlihat mendatangi lokasi pada malam hari untuk menampung BBM jenis solar yang diduga berasal dari para pelangsir solar subsidi.

"Aktivitasnya tidak setiap hari, tapi kalau datang, kendaraan tangkinya masuk ke dalam bengkel tersebut. Proses bongkar muatnya dilakukan saat suasana sudah sepi, di malam hari, berbagai jenis kendaraan keluar masuk gudang untuk menjual solar yang didapatkan, salah satu kendaraan yang sering masuk yaitu mobil box putih" ungkap warga. Senin (19/10/2026)

Pola operasi yang tertutup, dilakukan di malam hari, serta disembunyikan di balik bangunan yang berkedok bengkel semakin memperkuat dugaan bahwa BBM yang disalurkan di sana adalah solar subsidi yang dialihkan dari peruntukannya. Kerugian negara akibat praktik ini dinilai sangat besar jika dibiarkan terus berjalan.

Masyarakat berharap pihak kepolisian, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga dapat melakukan penyelidikan menyeluruh serta sidak mendadak pada jam-jam aktivitas berlangsung. "Kami mohon jangan ada yang melindungi. Tindak tegas, karena rakyat yang benar-benar membutuhkan solar subsidi justru sering kesulitan memperolehnya," tambah warga.
Penulis : Rudy Andriansyah.S.Sos