Warga: Berpindah Jalur, Beroperasi Diam-Diam di Malam Hari
PESAWARAN — Sebuah istilah menyentil perhatian warga terkait keberadaan gudang pengoplosan solar ilegal di Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Warga menyebut praktik tersembunyi ini dengan ungkapan "Air Tenang Menghanyutkan", menggambarkan bagaimana aktivitas yang tampak sepi di permukaan justru menyembunyikan perputaran BBM bersubsidi dalam skala besar.
Meski sebelumnya sudah terungkap keberadaannya, warga Desa Taman Sari menegaskan bahwa gudang yang berlokasi di Dusun Sumber Sari tersebut masih tetap beroperasi menimbun solar bersubsidi, Pola pergerakannya kini berubah agar tidak terlihat dari jalan utama.
"Sekarang kendaraan Fuso itu tidak lewat depan lagi, Bang. Mereka berputar lewat kebun karet," Tegas Warga, Kamis (8/10/2026)
Aktivitas tersebut kini dilakukan secara tertutup dan didominasi pada malam hari, menyusuri jalur-jalur yang jarang dilewati orang. Perubahan rute ini dinilai sebagai taktik untuk menghindari pengawasan sekaligus menyembunyikan bongkar muat solar yang terus dilakukan.
Warga tidak tinggal diam dan menyatakan kesiapannya untuk maju ke depan hukum. "Kami bisa jadi saksi kalau memang berproses dihukum," tegas warga, menandakan kesiapan memberikan keterangan apa adanya demi kebenaran.
Warga dusun Sumber Sari meminta aparat penegak hukum tidak hanya terpaku pada jalur utama, melainkan memantau jalur alternatif di sekitar kebun karet serta melakukan pengawasan pada malam hari. Warga berharap keberanian bersaksi ini menjadi langkah awal menghentikan kerugian negara sekaligus menegakkan keadilan bagi warga yang benar-benar membutuhkan solar subsidi.
Penulis : Rudy Andriansyah.S.Sos








LEAVE A REPLY