Home Bandar Lampung Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Jadi Perhatian Warga Lampung, Aktivitas di Luar Rumah Dibatasi

Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Jadi Perhatian Warga Lampung, Aktivitas di Luar Rumah Dibatasi

77
0
SHARE
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Jadi Perhatian Warga Lampung, Aktivitas di Luar Rumah Dibatasi

LAMPUNG, REKANMEDIA210, — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat dan mulai menjadi perhatian masyarakat di wilayah Lampung. Erupsi menerus dilaporkan berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB hingga Sabtu dini hari. Aktivitas tersebut disertai suara dentuman dan gemuruh yang dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah Lampung, Banten, dan Jawa Barat. 

Kondisi tersebut membuat sebagian warga, khususnya di wilayah yang merasakan dampak aktivitas vulkanik, mulai membatasi kegiatan di luar rumah sebagai langkah kewaspadaan. Warga juga diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi dan menggunakan pelindung pernapasan apabila terjadi hujan abu.

Berdasarkan pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, nelayan maupun pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. 

Meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta berarti masyarakat Lampung harus panik. Badan Geologi menyatakan masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta mengikuti arahan BPBD dan informasi resmi PVMBG.

Evaluasi terbaru juga menyebut tubuh Gunung Anak Krakatau yang tumbuh kembali pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan saat ini tidak dinilai berpotensi runtuh dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, pemantauan terhadap aktivitas dan perubahan morfologi gunung terus dilakukan. 

Masyarakat Lampung diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait isu tsunami, dan hanya mengikuti informasi dari PVMBG, Badan Geologi, BPBD, serta pemerintah daerah.
Kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi masyarakat diimbau tidak panik. Jika terjadi hujan abu, warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker atau pelindung pernapasan sesuai arahan petugas. Sabtu (5/9/2026)
(Rudy Andriansyah,S.Sos)