LAMPUNG SELATAN, REKANMEDIA210, — Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, kembali mengalami erupsi pada hari ini. Peristiwa vulkanik ini terekam melalui indikasi gempa letusan, namun secara visual tinggi letusan serta warna abu vulkanik belum dapat diamati secara pasti.
Berdasarkan keterangan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu, 6 September 2026, pukul 00.04 WIB. Namun demikian, potensi terjadinya letusan susulan masih tergolong tinggi dan tetap menjadi perhatian serius.
"Meskipun erupsi menerus telah berhenti, namun potensi letusan susulan masih tergolong tinggi. Masyarakat diimbau tetap waspada." demikian pernyataan PVMBG.
Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga, meskipun erupsi menerus telah berhenti. Hal ini menunjukkan bahwa gunung tersebut belum benar-benar tenang dan masih berpotensi meletus kapan saja.
Pihak PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini disampaikan demi keselamatan bersama, mengingat potensi bahaya berupa awan panas, lontaran batu, serta aliran lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kami meminta masyarakat tidak menyepelekan peringatan ini. Status Siaga berarti ancaman masih nyata dan bisa terjadi kapan saja. Jangan mendekati area kawah." tegas Siti Sumilah Rita Susilawati.
Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, yang sejak lama menjadi perhatian karena letusannya yang sering menimbulkan dampak berbahaya, termasuk tsunami yang pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang pasang akibat aktivitas vulkanik di gunung tersebut.
Tim pemantauan PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau selama 24 jam dan akan segera menginformasikan jika terjadi perubahan status.
Penulis: Rudy Andriansyah.S.Sos








LEAVE A REPLY